Friday, December 15, 2006

i love you Allah

Posted by vivi at 12/15/2006 11:31:00 PM
god...i belive everything that hapen in this world is bacause of your permission...butiran debu yang kecil yang berterbangan...tetesan embun di pagi dan malam sampai kejadian yang besar yang ada di dunia ini semua itu engkau ciptakan pasti ada maknanya...kelahiran...kematian...pernikahan...perceraian....... sampai melahirkan seorang anak....beragam makna yang engkau sampaikan kadang kita tidak bisa mengerti mengapa engkau ciptakan seperti ini maknanya kabur tapi lama kelamaan akan kelihatan sedikit-demi sedikit makna itu...sehingga kita bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah menurut kacamata engkau ya..Allah...karena sesuatu yg kita anggap baik belum tentu baik dimata engkau begitupun sebaliknya sesuatu yang salah dimata kami belum tentu salah dimata engkau...ya allah aku mohon semoga engkau tebalkan iman islam ku, suami ku, papa dan mama ku,adik-adik ku, dan anak-anakku beserta keturunanku kelak...latihlah diri kami agar menjadikan engkau sebagai sandaran hati kami...karena engkau selalu ada saat kami membutuhkan aku percaya engkau tidak pernah tidur sekejap mata pun...jagalah hati kami yang hina ini ya Allah dari godaan syetan di lingkungan tempat kami berpijak ini karena pengaruh yg buruk sangat mudah sekali untuk masuk...berilah kami kesabaran akan semua yang akan terjadi di hidup kami...ya allah kenapa aku ini kalau sehabis sholat males sekali berdoa kepada engkau...kenapa ya perbuatan kecil yang mempunyai hasil yg besar itu males aku lakukan ya Allah rubahlah sifat males ku itu...god...mungkin dengan cara nulis ini sama kali ya dengan berdoa...god...i know you there i know you here me...god i love you more each day
-vivi-

2 comments:

zen said...

met kenal juga....
thanks dah visited my fam's blog..
keep blogging!!

vivi on Thursday, December 21, 2006 at 2:03:00 PM GMT+7 said...

zen : teng kyu banget ya zen udh mau mampir di blog gue salam buat dewi and angina

 

Our New Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos